Ganti Shift Sekolah Picu Kerumunan, Dispendik Surabaya Buka Suara

Ganti Shift Sekolah Picu Kerumunan, Dispendik Surabaya Buka Suara - GenPI.co JATIM
Ilustrasi-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dengan model dua shift di salah satu sekolah, pada Senin (10/1) lalu. (foto : dokumentasi Humas Pemkot Surabaya).

Selain itu, dia juga mengatakan, akan malakukan komsunikasi bersama para kepala sekolah terkait jam penjemputan bagi para siswa.

Yusuf mengimbau sekolah menyediakan ruang transit saat siswa pulang mengantisipasi kerumunan.

"Supaya anak-anak kan gak bergerombol, sambil nunggu bapak atau ibunya jemput," jelasnya.

BACA JUGA:  Sepekan PTM di Surabaya, Legislator Beri Catatan Penting

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan, penerapan pergantian antara shift satu dan dua pada PTM 100 persen rawan menimbulkan kerumunan.

Penyebabnya adalah mepetnya jam waktu pergatian sekolah tatap muka.

BACA JUGA:  Tak Mau Sembrono, Uji Coba PTM Kota Malang Dievaluasi

"Shift pertama (PTM) masuknya kam jam 07.00 sampai 09.30, kemudian shift kedua masuknya jam 10.00 sampai jam 13.00. Nah, jamnya (pergantian shift) ini terlalu pendek," kata Khusnul kepada awak media, Senin (17/1).

Dia meminta, Pemkot Surabaya harus mengatur mekanisme waktu pergatian dari shift satu ke shift dua.

BACA JUGA:  Dispendik Surabaya Beri Instruksi ke Pengajar Saat PTM, Simak

"Kalau misalnya itu mau diatur adalah frekuensi itu jangan 30 menit, itu terlalu pendek. Kalau bisa lebih dari 30 menit (jam pergantiannya), bisa juga 50 menit atau 1 jam," terangnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya