Jatim.GenPI.co - Pengusaha mal di Kota Malang mulai merasakan imbas dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto mengaku harus merugi selama PPKM Darurat.
BACA JUGA: Simak Tips Jualan Digital Berikut, Cuan Pasti Langsung Mendekat
Ia tak menampik adanya dampak yang luar biasa terhadap pendapatan. "Seperti awal-awal PSBB dulu, otomatis omzet hancur," ujarnya.
Penutupan pusat perbelanjaan, membuat tidak ada lagi pemasukan sama sekali. Padahal, biaya operasional seperti perawatan gedung dan gaji pegawai tetap dibayarkan.
"Kami juga masih harus bayar biaya operasional dan perawatan. Enggak mungkin mal tutup terus biarkan begitu saja," katanya.
Pengelola mal pun harus memutar otak agar tetap bisa memenuhi seluruh biaya operasional. Salah satunya dengan memangkas jam kerja dengan melakukan penjadwalan sistem shift karyawan.
"Pola kerjanya kami ubah. Jadwalkan masuk bergantian. Kami juga potong gaji 50 persen," imbuhnya
BACA JUGA: Daftar Puskesmas di Surabaya dan Nomor Telepon
Pun demikian, Suwanto mengungkapkan tengah berupaya untuk tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawan. Walaupun, disebutnya, pada PSBB lalu ada sebanyak 50 persen karyawan dilakukan efisensi.
"Kami tidak mau kayak gitu lagi. Ini sekarang kami pilih potong gaji dan ganti pola kerja saja. Jangan sampai ada PHK lagi," kata Suwanto. (jpnn/genpi)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News