Jatim.GenPI.co - Lukman Hakim, pelukis difabel memberikan hadiah berupa lukisan karyanya kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.
Lukisan yang ia berikan tersebut, bergambar wajah Bupati Ipuk. Lukman memberikan hasil karya lukisannya saat bupati perempuan Banyuwangi itu tengah beraktivitas ngantor di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Rabu (2/6).
BACA JUGA: Dihadiri Veteran, Tur Nanggala Terasa Istimewa
"Saat saya mendengar ibu mau ke desa kami, saya langsung membuat lukisan ini," ungkap sang pelukis, Lukman Hakim, sembari menyerahkan lukisan cat minyak bergambar Bupati Ipuk mengenakan pakaian dinas resmi untuk upacara besar mengutip dari laman Pemkab Banyuwangi.
Untuk bisa menyelesaikan lukisan tersebut, Lukman mengaku butuh waktu empat hari untuk merampungkannya.
"Saya lembur. Mulai jam 2 malam sampai jam 9 pagi. Begitu terus selama 4 hari," aku lelaki berusia 29 tahun itu.
Lukman merupakan pelukis difabel yang cukup dikenal. Tak seperti pelukis pada umumnya yang menggunakan tangan, ia justru menggunakan kakinya.
Keterbatasan pada tangannya tak membuat bakat seninya surut.
"Sejak kecil saya sudah senang menggambar. Hobi itu saya terus asah secara otodidak," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Ipuk merasa bangga dengan karya dari Lukman Hakim.
Keterbatasan fisik tak membuatnya surut untuk berkarya.
"Ini tidak semata sebuah karya lukis. Tapi, juga spirit bagi kami untuk terus berkarya bagi kemajuan Banyuwangi," ujarnya.
Bupati Ipuk juga menyebutkan, Banyuwangi kini sedang mempersiapkan ruang pamer khusus yang dapat dimanfaatkan oleh seniman.
BACA JUGA: Suminagashi, Teknik Melukis di Atas Air yang Cocok untuk Pemula
Di antaranya ada di Gedung Djoeang Banyuwangi yang telah direvitalisasi serta komplek terminal terpadu pariwisata.
"Ini akan menjadi kesempatan bagi seniman, seperti Mas Lukman untuk bisa menampilkan karyanya dan dikenal lebih luas. Gedung seni tersebut akan segera kami resmikan dalam waktu dekat," pungkasnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News