
Jatim.GenPI.co - Pemkab Tulungagung, pada Jumat (20/8) kemarin menggelar tradisi jamasan tombak pusaka Kiai Upas.
Dimana merupakan senjata legendaris yang menjadi ikon sejarah perjalanan pemerintahan daerah di pesisir selatan Jawa Timur bagian barat.
BACA JUGA: Iseng Gambar Tengkorak, Karya Pemuda Malang Tembus Eropa
Gelaran ritual yang masih kental adat Hindu Jawa itu diselipi dengan spiritual bernuansa Islam, agama mayoritas di wilayah itu.
BACA JUGA: Iseng Gambar Tengkorak, Karya Pemuda Malang Tembus Eropa
Nuansa Islam itu tersirat dari adanya pembacaan ayat suci Al Quran yang diiringi gamelan Jawa yang terus mengalun sepanjang prosesi jamasan.
Bagi warga Tulungagung, khususnya di lingkungan Kepatihan, jamasan tombak Kiai Upas sudah ada sejak lama dan digelar pada hari Jumat di pekan kedua.
BACA JUGA: Masih Terapkan PPKM Level 4, Ruwatan Massal Ditunda
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo tampak hadir dalam ritual adat Jamasan tersebut. Ia bahkan ikut "menggendong" (membawa) tombak pusaka Kiai Upas yang dikeramatkan tersebut.
"Ritual ini sudah dilakoni masyarakat sini sejak dulu ketika Bupati Tulungagung awal, Raden Mas Pringgokusumo membawa pusaka Kanjeng Kyai Upas ke Tulungagung,” ujar Maryoto.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News