Situs Kumitir Jalani Ekskavasi Tahap 4, Fokus Pintu Gerbang

Situs Kumitir Jalani Ekskavasi Tahap 4, Fokus Pintu Gerbang - GenPI.co Jatim
Tim ekskavasi BPCB Jatim saat berada di Situs Kumitir.(Foto: Deni Lukmantara/Ngopibareng.id)

Jatim.GenPI.co - Situs Kumitir tengah menjalani ekskavasi tahap 4, yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Ekskavasi ini fokus pada pintu gerbang.

Penggalian berlangsung hingga 30 September 2021, dimana targetnya memperjelas kondisi dinding situs bagian barat, yang diduga pintu gerbang istana persinggahan Bhre Wengker.

"Kita berusaha menampakkan jalur sisi barat dari bentangan yang sudah muncul di tahun 2020, hanya saja kita memperjelas lagi bukaan jalur sisi barat," kata Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengutip dari Ngopibareng, Selasa (14/9).

BACA JUGA:  Film Garapan Bayu Skak Yowes Ben 3 Finishing, Kapan Tayang?

Wicaksono menuturkan, ekskavasi situs tahap 4 di tahun ke tiga yang ada di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diharapkan ada temuan baru untuk memperkuat interpretasi dinding keliling situ yang memiliki luas 6,4 hektare.

Ia menargetkan eksavasi di tahap ke 4 ini selesai dalam 22 hari dengan luas 1.200 meter persegi.

BACA JUGA:  Stiker Mobil Cak Precil Seharga Rp 10 Juta Dicopot, Waduh!

"Kita berharap menemukan data-data baru yang nanti memperkuat interpretasi bagaimana kondisi dari dinding sisi barat yang kita duga merupakan bagian depan dari dinding keliling situs kumitir yang memiliki ukuran 312 x 203 meter," jelasnya.

Sementara itu, saat ekskavasi pada tahun 2019 lalu, BPCB Jatim menemukan dinding sisi timur yang jaraknya sekitar 50 meter dari istana yang diduga persinggahan Bhre Wenger, paman Raja Majapahit Hayam Wuruk. Dinding sisi timur ini memiliki dua sisi yang berbeda.

BACA JUGA:  Lestarikan Peninggalan Majapahit, Rumdis Jadi Ruang Pamer

Lalu pada 2020, BPCB Jatim mulai menemukan dinding sisi barat istana. Dinding ini berbeda bentuk dengan dinding sisi timur, di sisi barat BPCB menemukan dinding dengan dua sisi yang sama-sama halus. (*)

Berita Selanjutnya

Nusantara