
"Sesuai aturan IBL, jika terjadi hal seperti itu maka pemain mau terlibat atau tidak, dia inisiator atau hanya iikut-ikutan, semua dinilai terlibat. Hingga mereka dikenai pasal yang sama, yakni larangan bermain seumur hidup di lingkup IBL dan denda Rp 100 juta," kata Junas.
Junas menjelaskan, pihaknya menyampaikan kasus tersebut karena pengaturan skor merupakan isu sensitif. Akan tetapi, pengungkapan ini dinilai tetap diperlukan sebagai bagian dari efek jera bagi pemain. (ant)
Lihat video seru ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News