
Jatim.GenPI.co - Diklat sepak bola di Surabaya sudah dimulai, ditandai seleksi sebanyak 523 peserta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Selama seleksi filanesia juga diterapkan.
Koordinator Tim Seleksi, Hanafing mengatakan, filanesia sendiri sudah ditanamkan di timnas Indonesia, sejak tahun 2017.
Ia tahu betul akan hal tersebut, sebab ketika ekstraksi filosofi itu dirinya jadi salah satu orang yang terlibat.
BACA JUGA: Basket Putri Jatim Sukses Raih Emas PON XX Papua
"Jadi, itu yang kita tanamkan sejak usia muda," kata Hanafing, Jumat (8/10) yang lalu.
Ia berharap filanesia ini bisa juga diterapkan melalui sistem pembinaan tim-tim sepak bola di Kota Surabaya.
BACA JUGA: Dio Tirta Tak Menyangkan Basket Jatim Rebut Perunggu PON XX Papua
Para pemain muda kata dia harus paham dan tahu tentang filosofi permainan sepak bola bangsanya.
Mantan pemain Niac Mitra meyakini penanaman filosofi sepak bola bisa memberikan dampak signifikan pada perkembangan kualitas sepak bola.
BACA JUGA: Diklat Sepak Bola Surabaya, Berharap Lahirkan Pemain Bintang
Lebih lanjut, ia berharap nantinya pemain-pemain dari diklat ini bisa sukses menembus seleksi timnas Indonsia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News