
GenPI.co Jatim - Budi daya padi black madras di Kota Kediri ke depan bakal menjadi percontohan atau pilot project.
Hal tersebut disampaikan Sri Harnanik, koordinator penyuluh pertanian di Kecamatan Pesantren, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri.
Pihaknya mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Kelompok Tani Sri Rejeki Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri menjadi pilot project sebelum nanti disosialisasikan ke kelompok tani lainnya.
BACA JUGA: Petani Apel di Kota Batu Merana, ini Sebabnya
"Ini menjadi bagian dari pilot project, uji coba dari DKPP Kota Kediri guna memastikan apakah padi varietas ini bisa ditanam di Kota Kediri," kata Sri.
Dia juga memantau baik saat mulai menebarkan benih, tanam, hingga panen raya.
BACA JUGA: 2 Sektor Pertanian di Madiun Jadi Solusi Kurangi Pengangguran
Selain itu, dia juga memantau penggunaan sarana pertanian untuk mengetahui hasil panen dengan padi konvensional yang sudah umum ditanam di Kota Kediri.
Sri mengatakan, hasil panen petani cukup baik, hal ini dilihat dari hasil penimbangan berdasarkan dua petak ubinan, petak pertama (sisi selatan) didapatkan hasil panen sebanyak 3,7 kilogram, petak kedua (sisi utara) didapatkan sebanyak 3,9 kilogram dengan rata-rata hasil panen untuk dua petak tersebut adalah 3,8 kilogram.
BACA JUGA: Inovasi Petani Kota Kediri Top, Budi Daya Padi Ramah Diabetes
"Artinya padi varietas ini dapat menghasilkan panen basah sebesar 6080 ton per hektare," kata Sri.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News