Pasar Log Kayu Tak Terpengaruh Pandemi, Naik Terus

Pasar Log Kayu Tak Terpengaruh Pandemi, Naik Terus - GenPI.co Jatim
Pekerja membongkar muat potongan log kayu sengon laut (Paraserianthes falcataria) hasil tebangan hutan rakyat ke atas truk di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (18/2/2021). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/rwa.)

Jatim.GenPI.co - Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jatim Karuniawan Pruwanto Sanjaya menyebut pasar log katu nasional tak terpengaruh pandemi.

Ia mencatat, penjualan log kayu yang dilakukan Perum Perhutani Regional Jatim mengalami peningkatan dibandingkan realisasi 2020.

Maka dari itu ia optimis, proyeksi pendapatan penjualan komoditas log kayu hingga akhir tahun tercapai Rp 774,3 miliar.

Sepanjang Januari-Oktober 2021, Perum Perhutani sudah merealisasikan penjualan mencapai Rp 681,3 miliar, melebihi nilai penjualan tahun 2020 yang tercatat Rp 639,8 miliar dengan volume total kayu jati dan rimba sebanyak 369.129 meter kubik.

"Untuk tahun ini, ditargetkan penjualannya bisa mencapai Rp 774,3 miliar dengan volume total kayu jati sebanyak 202.342 meter kubik dan untuk kayu rimba 234.256 meter kubik. Kami optimistis itu bisa tercapai," katanya.

Selain tidak terpengaruh pandemi, peningkatan pendapatan yang signifikan tahun 2021 ditopang dari kayu A3 (diameter di atas 30 cm) atau kayu besar yang kini mulai langka.

"Peningkatan ini juga karena Perhutani merupakan pemain tunggal pasar kayu besar, karena dari kayu rakyat hanya memproduksi kayu-kayu berdiameter kecil sampai sedang," katanya.

Sekretaris Divisi Regional Perum Perhutani Jatim Dandit Pudyantoro mengatakan signifikannya pasar kayu Tanah Air juga ditopang dengan upaya Perhutani yang mengeluarkan kebijakan e-commerce.

"Kami optimistis target pendapatan dari log kayu tahun depan juga akan meningkat karena komposisi pendapatan Divre Jatim masih didominasi dari penjualan log kayu sebesar 51 persen,” ujarnya. (ant)

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jakarta Jogja Bali