Sawah Banjir, Petani Wadul ke Bupati Gresik

Sawah Banjir, Petani Wadul ke Bupati Gresik - GenPI.co JATIM
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Kedamean, Gresik, Rabu (10/11) (ANTARA/HO-Pemkab Gresik)

GenPI.co Jatim - Luapan Kali Lamong yang melanda Kabupaten Gresik berdampak luas, sejumlah persawahan tergenang. Bupati Fandi Akhmad Yani yang melihat lokasi dapat keluhan.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu mendorong petani yang terdampak banjir luapan Kali Lamong ikut Program Makmur.

Program tersebut bisa menjadi akses bagi petani, seperti permodalan, agro input seperti pupuk, benih, pestisida, kawalan teknologi budi daya, jaminan offtaker, serta asuransi bila terjadi gagal panen.

BACA JUGA:  Porang Jadi Komoditas Unggulan, Tapi Belum Maksimal, ini Caranya

"Sebanyak 4,5 ton pupuk untuk petani rusak Pak Bupati, karena terendam banjir, sama sekali tidak bisa dipakai," kata Sardi, anggota kelompok Gapoktan Desa Cermen, mengeluh pada Gus Yani, akibat banjir, Rabu (10/11) kemarin.

Mendengar keluhan petani, Gus Yani meminta dinas pertanian setempat untuk mencarikan solusi terbaik.

BACA JUGA:  Pecinta Kuliner Wajib Banget Mampir ke Kampung di Surabaya Ini

"Alhamdulillah apa yang dikeluhkan Pak Sardi sudah ditemukan solusinya," katanya.

Sebelumnya, banjir akibat luapan Kali Lamong dilaporkan mulai surut dan sejumlah warga kembali ke rumah serta melakukan aktivitasnya.

BACA JUGA:  DKPP Surabaya Gandeng 550 Nelayan, Lihat Tujuannya

"Sejumlah warga memang mulai kembali ke rumah, namun beberapa masih khawatir akan terjadinya banjir susulan, sebab keberadaan sembilan tanggul yang jebol hingga kini belum diperbaiki," kata Kepala Desa Cermen Moch Suhadi.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya