
Dimana pembicara itu adalah, Rektor Untag Banyuwangi Andang Subaharianto, Dekan Fakultas Pertanian dan Kelautan Unair Moch Amin Alamsjah, Kepala Bappeda Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Ketua Shrim Club Indonesia Banyuwangi Yanuar Toto Raharjo, Konsorsium Mitra Bahari Regional Center Jatim Sukandar, dan Ateng Supriatna asal Conservation International Indonesia.
Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Untag Banyuwangi Ervina Wahyu Setyaningrum mengatakan simposium ini salah satu bukti sumbangsih kalangan akademisi dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
Ada 50 artikel manajemen soal pengelolaan kawaan pesisir yang dikumpulkan tim selama dua bulan.
Artikel itu lalu dikaji bersama dan muncul hasil analisis (policy brief) yang diserahkan kepada Bupati Ipuk.
Rekomendasi itu bertujuan dalam hal penguatan ekonomi pesisir utamanya di bidang budi daya udang.
"Budi daya udang mempunyai multiplier effect, yaitu banyak tenaga kerja yang ada di industri udang, mulai pekerja tambak, supplier, cold storage, hatchery, pabrik pakan, dan lain-lain," paparnya.
Ia menambahkan budi daya udang di Banyuwangi tidak hanya dari tambak intensif dan superintensif, tetapi juga banyak petani tambak kecil.
BACA JUGA: Pemkab Banyuwangi Jadikan Agenda Bulanan Belanja UMKM, Ayo Borong
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News