
"Batik ecoprint bukanlah pesaing dari batik tulis yang sudah ada sebelumnya. Karena batik tulis ada kelebihan dan keunggulan yang sudah memiliki pasar sendiri," ungkapnya.
Batik ecoprint memberikan variasi motif batik di Probolinggo. Bukan berarti mengesampingkan batik tulis yang sudh berkembang.
Menurutnya, semua potensi harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan nilai tambah.
BACA JUGA: KOMPPAS Ingin Terus Sehat di Usia Senja
Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati mengaku mendatangkan narasumber pemilik Batik d’ Aisha Kota Probolinggo.
"Mereka akan memberikan pendidikan dan pelatihan untuk membekali koperasi dan UMKM sebanyak 50 peserta agar dapat mengembangkan usaha yang sedang dijalankan, melestarikan budaya bangsa (batik) juga ikut memajukan perekonomian daerah," katanya. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News