
Jatim.GenPI.co - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah IV Surabaya menemukan fakta bahwa harga tabung gas melebihi harga eceran tertinggi (HET).
Sulitnya mendapatkan oksigen membuat harga eceran melambung di atas normalnya.
BACA JUGA: Pemprov Jatim Beri Solusi Kebutuhan Oksigen untuk Rumah Sakit
Kepala Kantor KPPU Wilayah IV Surabaya Dendy Rakhmad Sutrisno mengatakan, hasil pantauan di 12 daerah ditemukan rata-rata harga oksigen naik.
Tabung oksigen ukuran 1 M3 misalnya, naik menjadi Rp 1,2 juta hingga Rp 2,1 juta. Padahal, normalnya ada diharga Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu.
Lonjakan harga juga terjadi pada tabung isi ulang yang biasanya Rp 30 ribu per meter kubik, menjadi Rp 150 ribu per meter kubik.
"Harga itu, kami pantau di 12 daerah, masing-masing Madiun, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Bali, Banyuwangi, Jember, Mojokerto, Kediri, Denpasar, dan Mataram," ujarnya, Kamis (8/7).
Ia menduga, naiknya harga oksigen tersebut dipicu oleh terbatasnya stok di sejumlah daerah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News