Peran Kelompok Wanita Tani di Surabaya Tak Main-main, Lihat Saja!

Peran Kelompok Wanita Tani di Surabaya Tak Main-main, Lihat Saja! - GenPI.co JATIM
Dokumentasi - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Suharto Wardoyo (dua dari kiri) saat menghadiri panen sayur hidroponik di RT 10 RW 03 Jalan Ikan Dorang Baru 1, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/HO-DLH Surabaya)

GenPI.co Jatim - Peran kelompok tani di Kota Surabaya tidak main-main, Pemkot Surabaya mendorong kelompok wanita tani sebagai bentuk kepedulian menjaga lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Suharto Wardoyo mengatakan, saat ini sudah ada beberapa kelompok wanita tani (KWT) yang terbentuk di Surabaya.

"Mereka (KWT) yang mengagas pekarangan pangan lestasi," kata Suharto.

BACA JUGA:  Petani Situbondo Siap-siap Dapat Kabar Baik, Simak

Suharto mencontohkan, salah satu KWT di Surabaya yang berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yakni KWT Dorang Cinta di RT 10 RW 03 Jalan Ikan Dorang Baru 1, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

"Beberapa hari lalu, saya ke kampung itu, panen sayur hidroponik. Memang di kampung itu banyak budi daya sayur dengan hidroponik," katanya.

BACA JUGA:  Berawal Langganan Banjir, Jadi Kampung Tematik Pertanian, Keren!

Selain kampung itu, masih ada sembilan kampung lainnya yang mendapatkan penghargaan Proklim KLHK di Kota Surabaya.

"Kami terus melakukan pembinaan pelestarian ekosistem lingkukan secara makro. Sedangkan untuk pembinaan kampung ada di DKPP," jelasnya.

BACA JUGA:  Pemkab Lamongan Jempolan, Bawa Pertanian Naik Kelas

Ia berharap 10 kampung peraih proklim menjadi contoh bagi kampung lain di Surabaya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya