Musim Hujan, Peternak Sapi Was-was

Musim Hujan, Peternak Sapi Was-was - GenPI.co JATIM
Selama musim hujan produksi susu sapi rawan turun (foto:M. Ubaidillah/genpi)

GenPI.co Jatim - Musim hujan ternyata membuat peternak susu sapi perah di Dusun Brau, Deesa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Was-was.

Penyebabnya, musim hujan membuat sapi perah rentan terserang penyakit, terutama kebersihan kandang yang sulit kering.

Sehingga produksi susu pun dikhawatirkan turun. Kurniawan salah satu peternak sapi menjelaskan, dalam kondisi normal sapi-sapinya dapat memproduksi 100-150 liter susu per hari.

BACA JUGA:  Peran Kelompok Wanita Tani di Surabaya Tak Main-main, Lihat Saja!

Tapi, saat musim hujan bisa turun 5-10 liter per hari. Fenomena turunnya produksi susu sapi ini dirasakan Kurniawan hampir setiap tahun.

“Kalau musim hujan seperti ini, produksi susu bisa menurun karena sapinya rentan sakit, produksinya bisa berkurang sampai 10 liter, Karena musim hujan juga ini juga berpengaruh,” katanya Pada GenPI.co Jatim, Senin (28/11).

BACA JUGA:  Berawal Langganan Banjir, Jadi Kampung Tematik Pertanian, Keren!

Menurutnya, jika sapi diberi rumput yang masih terlalu basah, maka produksi hingga kualitas susu sapi akan menurun. Selain itu, lanjut dia, rumput yang mempunyai kandungan air tinggi juga bisa membuat sapi mengalami kembung atau mengganggu kesehatan sapi.

“Selain karena rumput yang basah, faktor cuaca juga mempengaruhi kesehatan, Jika sapi sakit, maka produksi bahkan kualitas susu akan turun,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Petani Situbondo Siap-siap Dapat Kabar Baik, Simak

Untuk mendongkrak produksi susu dari ternak sapinya, Kurniawan menyiasati dengan memberi pakan tambahan, berupa konsentrat. Namun, hal itu membuat dirinya harus mengeluarkan biaya produksi tambahan.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya