GenPI.co Jatim - Perkumpulan Kucing Domestik Indonesia atau PKDI Chapter Malang bergerak melakukan program menekan populasi kucing liar.
Koordinator PKDI Chapter Malang Mirta Erawati mengatakan, program yang diberi nama trap, neuter, return (TNR) bertujuan meminimalisir jumlah kucing yang telantar.
Dia menyebut, Ledakan populasi kucing liar tentunya akan sangat merugikan.
“Kami melakukan TNR beberapa waktu terakhir di kawasan Kebun Bibit Mojolangu, Dwiga dan Sudimoro. Ada sebanyak 46 kucing telah ditangani,” ujar Mirta, pada GenPI.co Jatim, Minggu (29/5).
Kegiatan TNR ini, kata dia, berawal dari keprihatinan terhadap kucing telantar yang terus bertambah populasinya.
Mirta menilai, banyaknya kucing yang dilepasliarkan disebabkan oleh ketidakmampuan masyarakat merawatnya.
“Biasanya mahasiswa di Malang memelihara kucing. Namun saat pulang kampung kucing ditelantarkan,” katanya.
Merawat kucing memang tidak murah. Dirinya mencontohkan untuk sterilisasi satu kucing jantan bisa menghabiskan biayanya Rp600 ribu.
Sementara itu untuk sterilisasi kucing betina secara mandiri Rp 400 ribu.
“Itu masih belum termasuk untuk pakan, perawatan keseharian, membawa ke dokter saat kucing sakit dan butuh penanganan,” terangnya.
Mirta berharap dari kegiatan TNR, masyarakat bisa lebih mengetahui kemampuannya bila akan merawat kucing, sehingga tidak ada kucing yang ditelantarkan lagi.
Kegiatan ini, kata dia, didukung oleh Let’s Adopt Indonesia (LAI) Steril. Adanya kegiatan untuk mengatasi agar kucing tidak mengalami over populasi. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News