GenPI.co Jatim - Polisi meningkatkan status penanganan kasus keracunan massal menjadi penyidikan yang menyebabkan puluhan orang korban di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Hidajanto mengatakan dari hasil uji laboratorium sampel makanan diduga penyebab keracunan diketahui ada bakteri.
“Memang ditemukan bakteri dari hasil laboratorium. Kasusnya saat ini menjadi penyidikan,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (8/2).
Namun dia belum mengungkapkan secara detail terkait hasil laboratorium itu. Rudi menyebut masih perlu pendapat ahli untuk menganalisanya.
“Hasil dari laboratorium masih memerlukan ahli khusus untuk membaca mengenai kandungannya,” tuturnya.
Dia mengungkapkan polisi juga sudah beberapa kali melakukan olah tempat kejadian perkara. Baik itu di Desa Brondang, maupun di pondok pesantren Desa Belang.
“Sejumlah saksi sudah kami periksa. Termasuk juga pemilik katerang yang menyediakan makanan,” ujarnya.
Rudi mengaku pengujian di laboratorium itu tidak hanya pada sampel makanan. Namun juga air keran, kecap manis, dan air putih yang disajikan ke tamu undangan.
“Kami mengambil seluruh sampel untuk diuji. Tim ahli yang melakukan analisisnya,” ucapnya.
Sebelumnya, keracunan terjadi setelah puluhan warga Desa Bondrang dan santri di Desa Belang mengonsumsi sate gulai dari salah satu katering.
Akibatnuya puluhan orang mengalami diare dan mual. Kemudian salah satu di antaranya meninggal dunia. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News