Pemprov Jatim Siapkan Langkah Jitu Tangani PMK

31 Mei 2022 10:00

GenPI.co Jatim - Sejumlah pasar hewan di wilayah Malang Raya harus ditutup sementara, menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan saat ini pemprov telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan wabah PMK.

Mulai dari isolasi sapi sakit berbasis kandang, lockdown daerah tertular PMK berbasis desa atau kecamatan, pengobatan, penutupan sementara pasar hewan, pembatasan lalu lintas ternak, disinfeksi kandang, hingga menyiapkan vaksin.

BACA JUGA:  Dosen UMM Jelaskan Penyebab Wabah PMK Cepat Menyebar

“Jumlah kasus PMK di Jatim berjumlah 17.934 ekor yang tersebar di 25 kabupaten dan kota di Jatim. Dari jumlah tersebut, 15.521 ekor sapi dilaporkan sakit, 2.289 ekor sembuh, dan 124 ekor mati,” ucap Khofifah saat dijumpai GenPI.co Jatim di Grand Mercure, Kota Malang, Senin (30/5).

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afianta sampai saat ini upaya prefentif telah dilakukan oleh seluruh jajaran kepolisian di Jawa Timur.

BACA JUGA:  Daging dan Susu Sapi Tertular PMK Aman, ini Tips Mengolahnya

Salah satunya dengan memberlakukan penyekatan hewan ternak yang diberlakukan di 84 titik.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya prefentif untuk melakukan pengawasan dan pengecekan pada pasar hewan dan rumah potong hewan (RPH).

BACA JUGA:  7 Cara Mengatasi Wabah PMK di Jatim, Kata Khofifah

“Kami juga melakukan pembatasan dan pengetatan lalu litas ternak, pasar hewan dan RPH," katanya.

Tercatat Polda Jatim telah mendirikan pos penyekatan hewan ternak di 84 pos di jalan arteri dan tol.

"Saya harap ini benar-benar dicek jangan sampai hanya di jam-jam tertentu, tetap tegas tapi santun,” tegasnya.

Sebagai informasi tambahan, masalah PMK ini, harus terus menjadi perhatian semua pihak karena memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co JATIM