Bijak Bermedia Sosial Mampu Cegah Radikalisme, Kata BNPT

08 Juli 2022 07:00

GenPI.co Jatim - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersilaturahmi kebangsaan ke Universitas Brawijaya dalam rangka mencegah paham radikalisme di kampus.

Ketua BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan kepada para mahasiswa untuk bisa menggunakan media sosial.

Hal ini dikarenakan, media sosial menjadi salah satu tempat yang paling sering dimanfaatkan pelaku terorisme.

BACA JUGA:  Pandangan Pakar Hukum Unair Terkait Kasus ACT

“Apa peran media? karena terorisme sangat berkepentingan dengan media terutama media sosial. Dia butuh pengakuan. Menimbulkan ketakutan yang luas melalui media sosial. Dia ingin eksistensinya diakui orang,” katanya, Kamis (7/7).

Mantan Kadivhumas Polri tersebut menjelaskan, media sosial menjadi salah satu alternatif paling diminati, ditambah 60 persen dari penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial dan diantaranya merupakan remaja atau generasi muda.

BACA JUGA:  MSAT Belum Ditemukan, Polisi Sisir Area Pesantren

“Oleh karena itu, perlu ditanamkan secara kuat kepada generasi muda terutama mahasiswa penerapan nilai nilai Pancasila. Kita berharap generasi muda tidak mengalami disorientasi terhadap nilai nilai pancasila,” katanya.

Selain menanamkan nilai nilai Pancasila, arah kebijakan BNPT adalah meningkatkan moderasi beragama.

BACA JUGA:  Pemkot Kediri Gelar Lomba Desain Tenun Ikat, Hadiah Puluhan Juta

Pihak BNPT mengajak semua masyarakat untuk meningkatkan moderasi dalam beragama.

"Kami tidak ingin teroris mengatasnamakan misi agama yang memang sengaja dihembuskan kelompok-kelompok tertentu,” tandasnya.

Boy menambahkan, misi terorisme bukan misi agama. Terorisme adalah identitas yang justru merupakan sebuah tindakan pendzoliman terhadap agama. Terlebih lagi, munculnya bibit intoleran sangat cepat menyebar di kalangan masyarakat sehingga menyebabkan retaknya sebuah bangsa.

“Virus intoleransi tidak kalah cepatnya menyebar seperti virus covid-19. Maka kita memerlukan vaksin terhadap virus intoleransi. Mari kita perkuat wawasan kebangsaan kita. Kita perkuat program-program moderasi beragama,” katanya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co JATIM