Kisah Sukses, Pemuda Malang ini Sukses Raup Cuan dari Maggot

17 September 2022 21:00

GenPI.co Jatim - Ternak maggot atau larva lalat hitam sedang menjadi primadona, seperti yang dilakukan oleh seorang pemuda asal Malang, Dimas. Dia sukses meraup keuntungan.

Warga Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang ini bercerita awal mula bisnis maggot sejak awal pandemi covid-19, sekitar tahun 2019.

Namun, ide awal bukan langsung fokus membudidayakan maggot. Dimas mengaku, ketika itu ingin mengurangi sampah yang berada di sekitar rumahnya.

BACA JUGA:  Mundur dari Presiden Persebaya, ini Profil Azrul Ananda

Berangkat dari ide mengurangi sampah itu, Dimas lantas memberanikan diri untuk mulai beternak maggot dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumahnya.

“Ide ini berawal dari bagaimana cara untuk mengelola sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga. Sampah-sampah itulah akhirnya saya jadikan sebagai bahan pakan maggot,” ucap Dimas saat dijumpai GenPI.co Jatim, Sabtu (17/9).

BACA JUGA:  Lowongan Kerja Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Terbaru, Cek Kualifikasinya

Seiring berjalannya waktu, Dimas menjual maggot kepada para konsumen yang berasal dari pemancing, peternak ayam maupun peternak ikan.

Dimas menjelaskan dalam satu kali transaksi, dia bisa meraup keuntungan mencapai Rp 100.000 untuk tiga kilogram maggot.

BACA JUGA:  Pemuda Asal Madiun Mengaku Jual Akun ke Bjorka, Alasannya Mencengangkan

Meskipun mendapatkan keuntungan bukan berarti selama menjalankan bisnis, Dimas tak menemui kendala.

Dia pun bercerita, sebelum terjun sebagai peternak maggot wajib banyak belajar. Hal ini dikarenakan cukup memakan banyak biaya.

“Saya pertama belajar terlebih dahulu di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Awalnya memang menemui kendala karena bau maggot yang menyengat, kan makan sampah organik. Sehingga itu menjadi masalah ke tetangga,” imbuhnya.

Dia menuturkan, proses ternak maggot harus dikerjakan secara ekstra. Sebagai contoh, sampah organik yang menjadi makanan utama maggot wajib difermentasi agar tidak menimbulkan bau menyengat.

“Disekitar sini karena banyak aktivitas kuliner jadi saya mengambil sampah dari sana. Alasan sampah organik karena maggot bisa berkembang cukup cepat dan itu bagus untuk maggotnya sendiri,” katanya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co JATIM