GenPI.co Jatim - Korban Tragedi Kanjuruhan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Saiful Anwar, Kota Malang tinggal satu orang.
Kondisinya saat ini semakin membaik setelah satu bulan mendapat perawatan intensif.
Dokter spesialis anestesi konsultan ICU dr Wiwi Jaya mengatakan, pasien tersebut saat ini masih menggunakan alat bantu pernapasan dan dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU).
"Kasus infeksinya ada di dua tempat, yakni di paru-paru dan di luar paru-paru. Tapi, akhir-akhir ini perkembangannya membaik," kata Wiwi, Selasa (1/11).
Pasien itu disebutnya sudah bisa merespons komunikasi yang dilakukan oleh tim dokter. Hanya saja, belum dapat diajak komunikasi karena masih menggunakan alat bantu pernapasan.
Sebelumnya, pasien yang dimaksud sempat tidak sadar pada saat menjalani perawatan di RSUD Saiful Anwar.
"Pasien ini diajak bicara, paham. Kita meminta pasien untuk melakukan sesuatu paham. Tetapi belum bisa bicara karena masih ada pipa yang masuk ke jalan nafas yang berfungsi membantu pernafasan," katanya.
Dia berharap bila kondisinya terus membaik, pekan depan alat bantu pernapasan sudah bisa dilepaskan.
Dokter Wiwi menjelaskan, pasien tersebut mengalami memar pada paru-paru dan di rongga paru-paru terdapat nanah yang harus dibersihkan berkala.
"Cedera luar tidak tampak. Problem berat di paru-paru. Organ lain tidak, justru yang berat itu adalah adanya nanah di rongga paru dan infeksi paru-paru. Dua diagnosa itu," katanya. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News