SAS Sukes Kumpulkan Miliaran Rupiah, Ipuk Naikkan Statusnya

10 Mei 2021 01:00

Jatim.GenPI.co - Pemkab Banyuwangi mengeklaim program Siswa Asuh Sebaya (SAS) sukses membantu siswa kurang mampu. 

Program yang dicanangkan untuk membangkitkan kepedulian terhadap teman sebaya ini mampu mengumpulkan dana hingga puluhan miliar. 

BACA JUGA: Hore! Nelayan Banyuwangi Dapat Bantuan Kapal Fiber

Data Dinas Pendidikan Banyuwangi, total yang dikumpulkan dari uang saku siswa mampu sejak 2011 mencapai Rp 21,297 miliar, dan berhasil membantu 20.000 siswa membutuhkan. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas baru-baru ini resmi meningkatkan status SAS menjadi Sekolah Asuh Sekolah. 

Harapannya tidak hanya dapat membantu siswa, tetapi lebih luas pada kerjasama antarsekolah. 

"SAS ini kemudian kami kembangkan menjadi Sekolah Asuh Sekolah. Kalau dulu sasarannya hanya teman sebaya di sekolah yang sama, sekarang juga menyasar siswa di sekolah yang lain," ujar Ipuk, Sabtu (8/5). 

Lewat program ini, Ipuk berharap sekolah asuh sekolah dapat membantu sekolah lain yang kekurangan. Misalnya, ada sekolah yang kelebihan komputer dapat membantu sekolah yang kekurangan. 

"Bahkan, guru pun bisa mengajak diskusi guru lain di sekitarnya untuk menerapkan pembelajaran yang lebih efektif. Sehingga SAS tidak hanya mendorong empati para pelajar, namun juga guru dan kepala sekolah," bebernya. 

"Ini adalah salah satu strategi menjawab masalah pemerataan kualitas pendidikan," katanya lagi. 

BACA JUGA: Jelang Idulfitri Hampres di Buru Pembeli

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno mengatakan program Sekolah Asuh Sekolah tidak hanya melibatkan siswa, namun juga guru.

"Bisa juga sekolah donasi ilmu. Sekolah yang memiliki program unggulan, melatih guru di sekolah lain. Dengan cara ini, kami berharap sinergitas dan solidaritas antarsekolah di Banyuwangi terus tumbuh," katanya. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Baehaqi Almutoif

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co JATIM