Jatim.GenPI.co - Organisasi kesehatan dunia (WHO) menunjukkan data yang mencengangkan dari kematian akibat penyakit degeneratif.
Penelitian pada 2008 silam menyebut bahwa dari 57 juta kematian sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh penyakit tersebut. Di antara penyakit tergolong degeneratif yakni kanker dan diabetes.
BACA JUGA: Unik! Mahasiswa Unair Ciptakan SANTET
Berangkat dari itu, dosen Universitas Airlangga menciptakan Sensor Berbasis Nanopartikel Logam untuk deteksi dini penyakit degeneratif.
Alat ini dikembangkan grup riset Sensor dan Teknologi Lingkungan Unair yang dipimpin oleh Dr. Ganden Supriyanto.
“Banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa kadar asam sialat dalam serum penderita kanker umumnya lebih tinggi dari pada kadar asam sialat dalam serum orang normal," ujarnya mengutip laman resmi Unair.
Kenaikan tersebut dapat dijumpai pada penderita melanoma ganas, kanker payudara, kanker ovarium, kanker mulut rahim, dan kanker saluran urogenital.
Kemudian kanker saluran pencernaan, kanker paru, kanker hati, kanker urea serta leukemia.
Asam sialat yang tinggi pada serum penderita kanker dapat dimanfaatkan sebagai salah satu signal akan adanya kanker pada tubuh seseorang.
“Oleh karena itu asam sialat sangat potensial sebagai biomarker penyakit kanker. Biomarker penyakit degeneratif bisa dihasilkan di dalam tubuh pada serum darah, saliva, urin, dan gas buang nafas,” kata Ganden.
Reaksi nanopartikel perak-kitosan dengan asam sialat pada pH 6 menghasilkan puncak serapan pada panjang gelombang 563 nm (nanometer).
Ia mengeklaim, sensor fotometrik bikinannya mampu mendeteksi asam sialat dalam rentang konsentrasi 0,007 sampai 0,57 miliMolar (mM) dengan limit deteksi 0,009 mM.
“Nilai akurasi dan presisi sensor berturut-turut adalah 93,35 hingga 101,47 persen dan 2,27 hingga 6,63 persen," ungkapnya.
"Metode ini juga telah berhasil diujikan untuk analisis asam sialat dalam sampel serum darah dengan persen recovery adalah 98,84 – 105,2 persen,“ imbuhnya.
BACA JUGA: Nakes Malang Pertama Disuntik Vaksinasi Tahap Tiga
Ganden mengungkapkan grup riset yang dikomnadoinya juga saat ini tengah mengembangkan deteksi dini diabetes dengan biomarker aseton dalam gas buang nafas.
Pihaknya mengaku tidak terhenti di alat tersebut. Riset-riset akan terus dilakukan yang difokuskan ke jenis penyakit degeneratif yang lain. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News