Menohok, Wali Kota Surabaya: Pejabat Jangan Banyak Teori

Menohok, Wali Kota Surabaya: Pejabat Jangan Banyak Teori - GenPI.co JATIM
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (foto : Ananto Pradana/genpi.co jatim).

GenPI.co Jatim - Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak (outsourching) di lingkungan Pemkot Surabaya diminta memaksimalkan kinerja untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kinerja pelayanan maksimal merupakan sebuah kewajiban dari seluruh jajaran di Pemkot Surabaya.

Eri juga menyingung soal pendapatan bulanan para ASN dan tenaga kontrak di pemkot yang berasal dari hasil pembayaran pajak masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Surabaya Beri Jaminan, UMKM Bisa Sedikit Tersenyum

"Ketika kita mendapatkan gaji, mendapatkan tunjangan, duite sopo? (uangnya siapa, red)" ujar Eri, Selasa (22/2).

Gaji ASN berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) yang salah satunya bersumber dari pajak dan retribusi masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Surabaya Siapkan Program Padat Karya, Ada 3 Langkah

Karena itu sudah semestinya ASN dan tenaga kontrak menampilkan performa layanan yang bagus kepada masyarakat.

Politikus PDIP itu juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah, camat dan lurah agar tak melulu berbicara soal teori saja.

BACA JUGA:  Wawali Kota Surabaya Tak Beri Celah, Pedagang Jangan Nakal

Dia menuntut para pejabat untuk mampu menjadi sosok yang kreatif dalam merampungkan masalah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya