
Jatim.GenPI.co - Inovasi diciptakan lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB).
Mereka menciptakan krim anti jerawat yang dikombinasikan dengan bahan dasar limbah kulit buah durian.
“Krim anti jerawat berbahan dasar limbah kulit buah durian dinilai lebih efektif," ujar salah satu anggota tim Nur Khasanah mengutip dari laman resmi UB, Jumat (24/9).
BACA JUGA: Tim Dosen Unesa Bantu Pengembangan Industri Tahu di Magetan
Limbah kulit buah durian memiliki daya hambat jerawat sebesar 14,67 mm. Lebih besar dibandingkan produk di pasaran seperti triklosan dan asam laurat, yang hanya mampu menghambat berkisar 14 mm.
"Selain didukung dengan kemampuan daya hambat yang tinggi, kulit buah durian memiliki senyawa antibakteri seperti flavonoid, saponin, tannin, steroid, dan terpenoid," kata dia.
BACA JUGA: IKM Kediri ini Banjir Pesanan Setelah Banting Setir ke Ecoprint
Timnya memilih penanganan oles terhadap kulit, karena dinilai lebih efektif dibanding pengobatan jerawat secara oral. Karena dapat menimbulkan resistensi antibiotik di dalam tubuh.
Untuk membuatnya, Nur Khasanah bersama membersihkan kulit durian terlebih dahulu. Kemudian dipotong tipis-tipis bagian dalam kulitnya, lalu dilakukan pengovenan pada suhu 60°C selama 2×24 jam.
BACA JUGA: Kursi Cerdas Disabilitas Buatan UMSurabaya ini Bernama Es-Cede
Setelahnya dilakukan penimbangan beratnya dan penghalusan menggunakan blender lalu diayak.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News