Poktan Probolinggo Senang Bukan Main, ini Sebabnya

16 September 2021 18:00

Jatim.GenPI.co - Kelompok tani (poktan) tembakau di Kabupaten Probolinggo senang bukan main, karena mendapatkan bantuan hibah kendaraan dari DKPP.

"Kami sudah menyerahkan bantuan hibah kendaraan roda tiga kepada 20 poktan yang ada di 11 kecamatan potensi tembakau," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nurul Komaril Asri, Kamis (16/9).

Kecamatan yang mendapatkan bantuan hibat tersebut yakni kecamatan Wonomerto, Besuk, Krejengan, Kraksaan, Pakuniran, Kotaanyar, Kuripan, Paiton, Maron, Bantaran, dan Gading.

BACA JUGA:  Petani Madu Klanceng Dapat Rezeki, Hamdalah

"Anggaran bantuan hibah kendaraan roda tiga ini berasal dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 kegiatan dukungan sarana prasarana usaha tani tembakau," tuturnya.

Menurutnya, dari lokasi panen tembakau itu diproses ke tempat pengolahan dan tentunya membutuhkan waktu yang terlalu lama, padahal petani memberlakukan tembakau seperti emas.

BACA JUGA:  Upaya Pemkab Sampang Genjot Porang Totalitas

Nah, maka dari itu, lanjut dia, jika menggunakan tenaga manusia harus dalam jumlah banyak dan waktu yang lama sehingga bantuan hibah kendaraan roda tiga sengaja dipilih karena lokasi lahan tembakau yang jalannya sempit dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

"Tujuan pemberian bantuan hibah kendaraan roda tiga itu untuk menekan biaya produksi, meningkatkan mutu dan kualitas tembakau serta agar proses dari lokasi panen ke tempat pengolahan bisa lebih cepat karena membawa hasil panen ke gudang butuh transportasi," katanya.

BACA JUGA:  Petani Tembakau di Ngawi Bersedih, Harapan Terancam Sirna

Nurul meminta penerima bantuan hibah kendaraan roda tiga agar mencatat di buku administrasi barang kelompok, merawat dan memelihara dengan baik sebagai aset kelompok dan bisa dioperasionalkan supaya dapat menghasilkan kas kelompok.

"Dengan bantuan hibah kendaraan roda tiga itu secara tidak langsung kami berharap akan meningkatkan mutu kualitas pada pasca panen tembakau serta menekan biaya produksi," ujarnya.

Apabila harga tembakau rendah, lanjut dia, maka petani tidak terlalu rugi dan jika harga tinggi, maka pendapatan petani akan meningkat, sehingga petani tembakau sejahtera. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Fitra Herdianariestianto

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co JATIM