Dosen UMM Beri Tips Menu Berbuka dan Sahur agar Puasa Lancar

Dosen UMM Beri Tips Menu Berbuka dan Sahur agar Puasa Lancar - GenPI.co JATIM
dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dr Khanza Zatalini (M. Ubaidillah/genpi.cojatim)

GenPI.co Jatim - Saat puasa Ramadan tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama kurang lebih 14 jam.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dr. Khanza Zatalini mengatakan, tubuh tetap membutuhkan gula untuk memperoleh energi yang disebut glukosa.

“Namun saat puasa, asupan makanan kita menjadi sedikit. Oleh karenanya, glukosa dan glikogen akan cepat dipecah oleh tubuh," ungkap dosen muda tersebut pada GenPI.co Jatim, Jumat (14/4).

BACA JUGA:  Jadwal Buka Puasa Surabaya dan 8 Daerah Lain di Jatim

Setelah glukosa dan glikogen habis, kata dia, tubuh akan mulai memecah lemak sebagai sumber energi.

Kondisi tersebut sebenarnya menguntungkan bagi tubuh, karena tubuh dapat memecah lemak secara alami.

BACA JUGA:  Resep Es Campur Panacotta, Segar untuk Berbuka Puasa

Namun yang terjadi di beberapa orang justru kenaikan berat badan setelah Ramadan berakhir. Hal ini terjadi karena asupan makanan yang berlebih saat buka puasa dan di malam hari.

Masyarakat Indonesia cenderung membeli gorengan maupun takjil yang manis-manis saat berbuka puasa.

BACA JUGA:  Puasa Tak Membuat Organ Sensitif Pria Loyo, Kata Dokter Boyke

Menurutnya, berbagai makanan dan minuman tersebut mengandung karbohidrat simpleks yang kurang baik untuk tubuh.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya