
GenPI.co Jatim - Sejumlah seniman menggeruduk Gedung Negara Grahadi, Surabaya membawa aksi teatrikal wayang dan kuburan.
Aksi tersebut dilakukan sejumlah seniman, merupakan bentuk protes ke Pemprov Jawa Timur yang dinilai tak berpihak kepada seniman
Teatrikal yang dilakukan para seniman ini sontak membuat Jalan Gubernur Suryo, depan Gedung Negara Grahadi dipenuhi ornamen-ornamen, seperti wayang dari kertas dan replika kuburan.
BACA JUGA: Seru, Pameran Foto Metaverse di Kota Malang
Alat-alat teatrikal berupa wayang diumpamakan sebagai gambaran wujud seorang pemimpin yang punya kepekaan tinggi. Namun, hal itu justru dirasa berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh para seniman, walhasil mereka pun menyertakan ornamen replika kuburan.
"Kami menyoroti sikap dari Gubernur dan Dinas Pariwisata terdahulu yang mampu menunjukkan kepedulian kepada para seniman. Namun, hal itu saat ini tidak terasa," kata Luhur Kayunda selaku juru bicara aksi.
BACA JUGA: Tunjungan Plaza Kebakaran, 28 Unit Damkar Diterjunkan
Padahal menurutnya, kondisi para seniman membutuhkan bantuan dari kehadiran pemerintah.
Selain menuntut kehadiran Pemprov Jawa Timur, Luhur juga menyebut, massa juga menuntut transparansi anggaran kepada para penggiat seni.
BACA JUGA: Eri Cahyadi Lihat Tunjungan Plaza Kebakaran, Katanya Bau Asap
"Kami menuntut bagaimana terkait persoalan pemberian 1.000 tali AC kepada para seniman," terangnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News