
GenPI.co Jatim - Pembentukan Partai Mahasiswa Indonesia dinilai Ketua BEM UPN Veteran Jatim mampu memunculkan sejumlah polemik tersendiri.
Ketua BEM UPN Veteran Jatim, Andre Prasetyo Utomo mengatakan, munculnya Partai Mahasiswa Indonesia disinyalir memunculkan anggapan ekslusifitas baru di mata para mahasiswa.
"Mengapa seperti itu? Karena sudah banyak yang menyatakan bahwa gerakan mahasiswa itu eksklusif yang dimana tidak melibatkan (masyarakat) atau pun ketika ada yang tidak memakai almamater mereka disuruh keluar dari barisan saat aksi," kata Andre kepada GenPI.co Jatim, Senin (25/4).
BACA JUGA: Tim Selam Jatim Bawa Bangga Indonesia di Jerman, Raih Medali
Kedua menurut Andre, pencantuman kata mahasiswa dirasa tidak etis, lantaran jalur perjuangan yang ditempuh seharusnya melalui parlemen jalanan atau demonstrasi.
"Kalau di pemerintahan sudah bukan disebut sebagai parlemen jalanan tetapi parlemen elitis," ujarnya.
BACA JUGA: Mobil Dilarang Lewat Jembatan Splendid Kota Malang, Keropos
Dia melanjutnya, keberadaan Partai Mahasiswa Indonesia juga diduga condong punya kedekatan dengan jajaran pemerintah.
"Sebelum demonstrasi 11 April, Koordinator BEM Nusantara yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Partai Mahasiswa Indonesia bertemu dengan salah satu Tim Watimpres atau yang bisa disebut Bapak Wiranto," jelasnya.
BACA JUGA: Seniman Surabaya Dukung Reog Diakui UNESCO
Kemunculan Partai Mahasiswa Indonesia dikhawatirkan tak punya kader-kader yang mumpuni.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News