Bangga! Penanganan Sampah di Sidoarjo Dilirik Dubes Swiss

Bangga! Penanganan Sampah di Sidoarjo Dilirik Dubes Swiss - GenPI.co JATIM
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor bersama Dubes Swiss Kurt Kunz. (ANTARA/HO Pemkab Sidoarjo)

GenPI.co Jatim - Penanganan sampah yang ramah lingkungan di Sidoarjo menarik perhatian Swiss Ambassador (Duta Besar) Kurt Kunz.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan pengelolaan sampah di TPA Jabon Sidoarjo sudah menerapkan standar pengelolaan Sanitary landfill.

"Selain itu sampah yang ada TPA Jabon diolah menjadi bahan bakar briket sebagai bentuk kontribusi Pemkab Sidoarjo untuk ikut bersama-sama menurunkan emisi gas rumah kaca," ujarnya.

BACA JUGA:  Panitia Porprov Jatim Puji Setinggi Langit Tuan Rumah Situbondo

Gus Muhdlor, sapaannya mengatakan, keberadaan sampah tersebut tidak hanya dipandang bencana tapi dibalik itu ada peluang ekonomi yang bisa dikelola dengan manajemen persampahan yang baik, sehingga pengelolaan sampah di TPA Jabon bisa ramah lingkungan.

"Meski Sidoarjo ini daerah industri, tapi juga menjadi daerah yang ramah lingkungan. Arahnya ke Green Economy dan Zero Waste," katanya.

BACA JUGA:  RSUD Trenggalek Siapkan 3 Ruangan Isolasi, Antisipasi Hepatitis

Rencana jangka panjangnya, Gus Muhdlor mendorong di setiap tempat pembuangan sampah sementara bisa mengolah sampahnya menjadi briket agar sampah yang dikirim di TPA Jabon tidak menumpuk.

Duta Besar Swiss Kurt Kunz berkunjung ke Sidoarjo bersama tim mengapresiasi penanganan sampah di Sidoarjo yang sudah menerapkan sistem Sanitary Landfill berstandar Jerman tersebut.

BACA JUGA:  Achmad Yurianto Wafat, Tetangga Sebut Mendiang Sederhana

Dubes Swiss itu menilai manajemen yang diterapkan Pemkab Sidoarjo merupakan inovasi karena berhasil menerapkan Waste Management Revolution (revolusi pengelolaan sampah).

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya