
GenPI.co Jatim - Kisah sukses Bayu Kusumaleksana ini bisa menjadi inspirasi banyak orang, karena mampu mempertahankan sanggar karawitannya saat pandemi covid-19.
Pendiri sanggar seni Cakra Baruna itu mengaku, usahanya hampir kolaps akibat pandmi covid-19.
Bayu menuturkan sudah memulai membuka sanggar seni karawitan sejak 2011 silam.
BACA JUGA: Kabar Baik Rek! Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya Buka Lagi
Dia lantas bercerita bagaimana usahanya membangun sanggar seni tersebut, yakni hampir tutup di tahun pertama.
"Dari era pandemi hingga saat ini saya itu masih merasakan sulitnya bangkit. Terkadang jika sudah terima job, H-2 itu bisa batal. Itupun dengan berbagai alasan," ucap Bayu kepada GenPI.co Jatim, Kamis (28/8).
BACA JUGA: 10 Perguruan Tinggi Terbaik di Jawa Timur, Kampus Kamu Urutan Berapa?
Nah, meskipun sekarang kasus covid-19 di Indonesia sudah cukup terkendali, bagi Bayu itu belum cukup.
Usaha sanggar seni yang digelutinya belum benar-benar bangkit secara total. Meski begitu, dia tetap optimistis mampu bertahan dan terus menciptakan karya yang bisa dinikmati semua kalangan.
BACA JUGA: Eri Cahyadi Bicara Soal Cacar Monyet di Surabaya, Bikin Tenang
Dia pun membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pandemi, jika dulu mampu menerima 10 undangan hingga 15 undangan, kini peminat karawitannya secara perlahan mulai bangkit.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News