
Sementara itu, dari 30 lembaga itu, Supomo mengurai sekolah yang dilibatkan selain negeri adalah sekolah swasta umum dan juga sekolah swasta di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Jumlah sekolahnya, disesuaikan dengan komposisi sekolah jenjang SD/SMP sederajat.
"Kami sesuaikan dengan komposisi. Untuk jumlahnya SMP yang paling banyak swasta. Maka, logikanya adalah lebih banyak yang swastanya nanti. Prinsipnya maksimal adalah 30 lembaga, dimana per lembaga adalah satu orang," terangnya.
BACA JUGA: Bangga, Unair Masuk 500 PT Top Dunia, 3 Indikator ini Jadi Kunci
Supomo berharap, pelaksanaan wisuda online untuk menggantikan wisuda atau perayaan kelulusan secara tatap muka ini tak melunturkan antusias dari para pelajar.
"Karena bagaimana pun ketika peserta didik lulus menjadi sebuah catatan yang berharga untuk siswa di kehidupannya kemudian hari. Tak lupa orang tuanya pun selalu mendorong mereka untuk bersekolah dengan rajin dan baik," pungkasnya. (nan)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News