
Jatim.GenPI.co - Peristiwa kebakaran sering terjadi secara tiba-tiba, banyak penyebabnya. Sering kali hal itu membuat kalang-kabut warga.
Mencegah terjadinya api membesar, edukasi penanganan harus dilakukan. Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya punya jargon tersendiri.
BACA JUGA: Simak Cara Jempolan Dinas PMK Surabaya Tangani Kebakaran
"Motto kami, juru padam yang sebenarnya adalah warga," ujar Kepala Dinas PMK Kota Surabaya, Dedik Irianto seusai pelaksanaan simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan di Balai Kota Surabaya, belum lama ini.
Mencegah terjadinya kepanikan sekaligus mengimplementasikan enam baris kata itu, simulasi penanganan awal kebakaran terus dilakukan.
Penanganan awal kebakaran, kata Dedik, bisa dilakukan dengan memanfaatkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun yang perlu diperhatikan adalah fase pertumbuhan apinya.
Lebih lanjut kata dia, ketika langkah antisipasi dilakukan dalam waktu kurang lebih 3 menit, fase pertumbuhan api dicegah.
"Tapi kalau sudah lebih dari 3 menit itu sudah ke mana-mana apinya, apar satu tabung itu tidak cukup," katanya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News