
Koordinasi dengan pakar epidemologi dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus diperkuat.
"Ada kewajiban menyediakan rapid antigen agar bisa berkendara dari Surabaya ke Bangkalan dan sebaliknya. Ini menjadi pertimbangan apabila sampai pada lebaran haji," ungkapnya.
BACA JUGA: Wakapolda Jatim Imbau Masyarakat Lebih Sabar Tunggu Tes Antigen
Emil menambahkan, pemetaan dan pendataan ketersedian Beda Occupancy Rate (BOR) tetap menjadi salah satu hal yang dijalankan.
"Kita memastikan program di rumah sakit bisa dibagi dengan fasilitasi isolasi, agar mendapat penanganan intesif. Terkait upaya keterbatasan Faskes (fasilitas kesehatan) di Bangkalan, itu fokus kami untuk memastikan rumah sakit penyangga menerima bukan hanya kasus dari Bangkalan saja," pungkasnya. (nan)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News