Mengenal Mu Varian Baru Covid-19 Dari Ahli Mikrobiologi

Mengenal Mu Varian Baru Covid-19 Dari Ahli Mikrobiologi - GenPI.co Jatim
Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi (Perdalin) Surabaya, Dewan Pakar Satgas Covid-19 Jatim dan Ahli Mikrobiologi Klinik dr Soetomo Surabaya, dr Agung Dwi Wahyu Widodo. (foto : Ananto Pradana/genpi).

Jatim.GenPI.co - Varian Covid-19 Mu diwaspadai banyak orang, sebab menurut ahli mikrobiologi sejak kemunculannya di Kolombia varian ini diindikasi mampu tak terdeteksi antibodi.

Hal tersebut diutarakan oleh, dr Agung Dwi Wahyu Widodo, Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi (Perdalin) Surabaya, Dewan Pakar Satgas Covid-19 Jatim dan Ahli Mikrobiologi Klinik dr Soetomo Surabaya.

"Maksudnya adalah dari para peneliti ini menemukan bahwa Mu mampu menghindar pada plasma konvalesen dari pasien dan serum pasien," kata Agung kepada GenPI Jatim, Jumat (17/9).

BACA JUGA:  Masyarakat Kediri Senang, Penyekatan Dibuka

Sebetulnya varian Mu terdeksi secara jelas sejak bulan Januari tahun 2021. Berdasarkan laporan dari World Health Oraginization (WHO), penyebaran sudah ditemukan di 39 negera. "Jadi cukup cepat sekali," jelasnya.

Varian Mu sendiri mempunyai gejala umum yang sama seperti varian virus Covid-19 lainnya, seperti flu, radang tenggorokan, batuk, hingga sesak nafas.

BACA JUGA:  Persiapan Musim Hujan, Pemkot Surabaya Petakan Wilayah

"Cuma titik berat sebenarnya infeksinya dimana, kemudian yang paling menonjol gejala klinisnya seperti apa," terangnya.

Agung menambahkan, varian ini tidak sama dengan Delta. Tingkatan dalam penggolanan yang dilakukan oleh WHO menempatkan Mu di dalam varian of interest (VOI). Sedangkan Delta masuk dalam varian of concern (VOC).

BACA JUGA:  Surabaya Sudah Level 1, Eri Cahyadi Fokus Target Berikutnya

"Beberapa penelitian di eropa Delta ini lebih superior dari semua VOC, yakni Alpha, Beta dan Gama. Mungkin untuk saat ini datanya lebih superior Delta," ujarnya.

Berita Selanjutnya