
GenPI.co Jatim - Korban erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) yang lalu terus bertambah.
Tim evakuasi gabungan pada Selasa (7/12) pagi kembali menemukan enam jasad korban di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Namun, satu dari jasad korban tersebit belum berhasil di evakuasi karena kondisi Gunung Semeru yang kembali memuntahkan lahar.
Adanya tambahan enam jenazah korban ini, total korban meninggal erupsi Gunung Semeru menjadi 28 orang per 7 Desember 2021. Dimana sejauh ini, lokasi terparah ialah Dusun Curah Kobokan.
BACA JUGA: Erupsi Semeru Reda, Warga Nekat Kembali ke Rumah
Salah satu warga Curah Kobokan Rahman menyatakan jika korban merupakan pekerja tambang yang berada dekat dengan dusun. Seperti yang diketahui oleh warga setempat, Dusun Curah Kobokan memang lokasi terdekat dengan tambang pasir.
"Korban mungkin rata-rata adalah pekerja tambang. Sebab, yang baru ditemukan ini adalah orang tambang," kata dia.
BACA JUGA: 4 Mahasiswa Unesa Hentikan Magang, Jadi Relawan Gunung Semeru
Alasan dia mengetahui itu karena seorang adiknya juga bekerja di sana sebagai pekerja tambang. Bahkan dengan suara bernada sedih, adiknya juga belum diketemukan sampai sekarang.
"Adik saya yang juga pekerja tambang masih belum ditemukan sampai sekarang," ujarnya.
BACA JUGA: Pemkot Surabaya Buka Posko Peduli Gunung Semeru, Silakan
Setiap pagi, Rahman pun mendatangi lokasi tersebut untuk menunggu tim sukarelawan menemukan saudaranya yang terkubur awan panas guguran Gunung Semeru.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News