
Jatim.GenPI.co - Pandemi Covid-19 meningkatkan gangguan psikologis psikosimatik seperti cemas, depresi, stres dan post-traumatic stres disorder (PTSD).
Dokter Spesialis Kejiwaan RS Universitas Airlangga (RS Unair) dr Brihastami Sawitri SpKJ mengatakan, pandemi telah meningkatkan gangguan psilogis dua kali lipat.
"Di Surabaya juga gitu, banyak pasien yang datang dan mengalami psikomatik atau PTSD. Meningkat dua kali lipat sangat signifikan," ujarnya mengutip dari Ngopibareng.id, Senin (13/9).
BACA JUGA: Merasa Lebih Mudah Emosi, Mungkin Tanda Stres
Ia tidak memungkiri, meningkatnya gangguan psikosomatik akibat dampak Covid-19.
Gangguan yang banyak dialami yakni, rasa cemas, khawatir dan takut terpapar Covid-19.
BACA JUGA: Cara Manajemen Stres dari Ahli, Simak
Kabanyakan yang datang, kata dia, memikirkan dirinya atau orang terdekat.
"Semakin banyak orang yang kena, seperti keluarga dekat, tetangga, atau rekan kerja, itu juga berpengaruh dengan psikomatik seseorang," ungkapnya.
BACA JUGA: Melukis Jadi Pelepas Stres Anak Berkebutuhan Khusus
Brihastami menyebut, PTSD atau rasa trauma berkepanjangan juga meningkat. Kondisi tersebut umumnya dialami seseorang dalam kondisi peperangan, pelecehan seksual, terkena bencana alam atau mengalami kecelakaan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News