
GenPI.co Jatim - Pakar dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan pandangannya mengenai dampak migrasi TV analog ke digital.
Pandangan pakar Unair itu menyusul program pemerintah yang mengubah tayangan TV analog beralih ke digital.
Kebijakan migrasi tersebut dilakukan secara bertahap oleh pemerintah melalui program Analog Switch Off (ASO), mulai 30 April 2022.
BACA JUGA: Jadwal Buka Puasa Hari ini, 19 April 2022, Kediri dan Sekitarnya
Pakar industri media massa Universitas Airlangga (Unair) Dr Suko Widodo MSi menyebut, migrasi penyiaran akan memunculkan sejarah di tengah gempuran moderenisasi.
"Hadirnya teknologi baru, selain itu juga dikarenakan perubahan ke arah yang lebih baik agar tidak ketinggalan zaman," kata Suko, Kamis (21/4).
BACA JUGA: Lowongan Kerja Forisa, Simak Baik-Baik Persyaratannya
Sekalipun menghadirkan sisi positif, namun hal tersebut juga memberikan dampak pada perusahaan stasiun televisi. Terutama bagi yang tidak siap dengan metode baru itu.
Beberapa hal yang disebutnya menjadi kendala, yakni perizinan, teknologi, dan keterbatasan data untuk pengalihan siaran analog ke digital.
BACA JUGA: Duh, 51 Gedung di Surabaya Belum Kantongi Sertifikat Laik Huni
"Secara riil, industri media analog dapat merasa keberatan," jelasnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News