Hasil Cangkruk, Kampung Batik di Surabaya Kini Banjir Cuan

Hasil Cangkruk, Kampung Batik di Surabaya Kini Banjir Cuan - GenPI.co JATIM
Sejumlah warga sedang membatik di Kampung Ceria dan Batik Tin Gundih di Jalan Sumber Mulyo IV, Gundih, Bubutan, Kota Surabaya. (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

GenPI.co Jatim - Produk batik dengan berbagai motif yang dikerjakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kampung batik Ceria dan Batik Tin Gundih di Jalan Sumber Mulyo IV, Gundih, Bubutan, Kota Surabaya saat ini menerima banyak pesanan.

"Sekarang ini pesanan senilai Rp23 juta. Kami juga kerja sama dengan hotel untuk seragam pegawai. Ke depan kami berharap batik ini bisa dipamerkan di tempat-tempat yang lebih menjangkau kelas atas," kata Camat Bubutan Kota Surabaya Kartika Indrayana, Minggu (26/6).

Kartika mengatakan, Kampung Ceria dan Batik Tin Gundih merupakan wujud keberhasilan program cangkruan yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

BACA JUGA:  KMP Nusa Dua Kandas di Perairan Gilimanuk

"Saat cangkrukan itu, kami diskusi dengan Bu Lurah, Pak RW dan warga untuk membentuk kampung seperti ini," kata Kartika.

Menurutnya, konsep yang diusung Kampung Ceria adalah kegotong-royongan dan swadaya masyarakat. Bagaimana mereka menciptakan lingkingan yang nyaman dan sehat bagi seluruh warga, tidak terkecuali anak-anak.

BACA JUGA:  Ubi Jalar Jember Naik Kelas, Buka Peluang ke Pasar Jepang

"Kami melestarikan permainan tradisional anak. Ada juga tanaman toga, musik dan batik utamanya," ujar dia.

Sekarang ini, lanjut dia, ada 25 warga yang terlibat dalam produksi pembuatan Batik Tin Gundih. Mereka terdiri atas 16 MBR dan 9 warga non-MBR.

BACA JUGA:  DLH Ungkap Kondisi Cuaca di Surabaya, Ternyata Begini Mengukurnya

Sebelumnya, mereka juga telah mendapatkan sejumlah pelatihan keterampilan membatik dari Kelurahan Gundih. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya