
GenPI.co Jatim - Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Malang merilis angka inflasi Bulan Juli inflasi mencapai 0,76 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dari inflasi Jawa Timur yang hanya sebesar 0,61 persen dan nasional 0,64 persen.
Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma mengatakan, faktor yang menyebabkan inflasi Bulan Juli adalah banyaknya kenaikan tarif oleh pemerintah, mulai dari listrik hingga BBM non-subsidi.
BACA JUGA: Harga Cabai Rawit Meroket Pengaruhi Inflasi di Kota Malang
Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi tertinggi disebabkan oleh pendidikan.
"Penyumbang inflasi terbesar disebabkan karena anak-anak mulai masuk sekolah. Karena itu SD dan SMA pada komoditas pendidikan mencapai 2,09 persen," kata perempuan berkacamata ini, Senin (1/8).
BACA JUGA: Inflasi di Kota Malang Tinggi, Kondisi Perbankan Tak Goyah
Dia menyebut, untuk jenjang pendidikan SMP tidak ada kenaikkan. Berbeda pada jenjang SMA dimana biaya pendidikan mengalami kenaikkan.
Selain itu, penyumbang inflasi lainnya juga terjadi pada transportasi udara yang naik 1,14 persen. Mengingat Kota Malang selain menjadi destinasi wisata juga disebut sebagai kota pendidikan.
BACA JUGA: Transportasi dan Kebutuhan Sumbang Inflasi di Kota Malang
"Serta adanya kenaikkan minyak dunia, maka harga avtur juga naik. Makannya dengan adanya bandara di Kabupaten Malang berdampak pada inflasi Kota Malang," katanya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News