
"Maka, upaya maksimal perlu dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan," katanya.
Ia mengusulkan adanya kualitas pendidikan di Surabaya untuk menunjang pembangunan gender.
"Saat ini siswa yang berprestasi di bidang akademik dan non-akademik di Surabaya kurang dari 2 persen dari total siswa PAUD sampai SMP," kata dia.
BACA JUGA: Surabaya Zona Oranye, Cak Ji Optimistis Bisa Terjun Bebas
Karenanya, pihaknya mendorong pemkot untuk memperbanyak program peningkatan pengembangan soft skill dan hard skill bagi siswa. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News