
Jatim.GenPI.co - Pemkot Surabaya mendapat lampu hijau untuk membuka sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Namun, pemkot tidak serta merta akan membuka kembali sekolah. Bakal ada asesmen di tiap sekolah untuk jenjang SD-SMP sebelum memulai sekolah tatap muka.
Tahap ini dilakukan guna melihat kesiapan sekolah secara menyeluruh terutama protokol kesehatan (prokes), seperti tersedianya wastafel, hand sanitizer, dan thermogun.
BACA JUGA: Menohok! Legislator Sindir Kepala Sekolah, Jangan Asal Gelar PTM
Satgas Covid-19 Surabaya akan diterjunkan guna mengecek fasilitas tersebut.
"Wastafel ada, tapi airnya gak ada. Jangan dibuka dulu (sekolah)," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Senin (30/8).
BACA JUGA: Catat, ini Jadwal PTM di Surabaya
Tidak hanya itu, Eri juga menginstruksikan untuk mengcek Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sudah sesuai laporan atau belum.
Pemerintah baru memperrbolehkan PTM secara terbatas, dengan pembatasan pada jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas.
BACA JUGA: Surabaya Boleh Gelar PTM, Dispendik Justru Bilang Tak Serta Merta
"InsyaAllah masih lihat 25 persen. Nanti ke 50 persen," jelasnya mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News