Dampak La Nina, BMKG Gresik Ingatkan Potensi Banjir Kali Lamong

Dampak La Nina, BMKG Gresik Ingatkan Potensi Banjir Kali Lamong - GenPI.co JATIM
Pengerukan Kali Lamong oleh alat berat. (FOTO ANTARA/HO-Pemkab Gresik)

GenPI.co Jatim - Koordinator BMKG Jawa Timur, Taufiq Hermawan mengingatkan jika potensi banjir akibat luapan Kali Lamong di masih bisa terjadi akibat dari La Nina.

Ia mengatakan perlunya memahami La Nina karena banyak anggapan yang beredar fenomena itu diartikan sebagai badai.

Padahal La Nina merupakan suatu fenomena cuaca global yang menyebabkan curah hujan menjadi lebih tinggi, termasuk di wilayah Kabupaten Gresik.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Petakan Daerah Genangan, 60 Rumah Pompa Siaga

"Karena La Nina ini, curah hujan meningkat 2-70 persen, ini yang perlu diwaspadai. Karena banjir ini utamanya terjadi karena tingginya curah hujan," katanya.

Kepala Klimatologi Malang, Anung Suprayitno mengatakan, La Nina berefek paling tinggi di periode September-November.

BACA JUGA:  Kemendes PDTT Gandeng FISIP UB, Berantas Kemiskinan

Tetapi, kata dia, tidak lantas membuat bulan Desember-Februari curah hujan menjadi rendah, sebab pada Desember-Februari merupakan periode yang menjadi puncak musim hujan.

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan, bencana banjir akibat luapan Kali Lamong terjadi di wilayah Gresik Selatan.

BACA JUGA:  Pemkab Malang Susun Program Smart City, ini Masterplannya

Ia menyebut, Pemkab Gresik terus berupaya melakukan mitigasi bencana, salah satunya dengan ketersediaan sarana penampungan sementara yang layak bagi korban terdampak banjir.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya