
GenPI.co Jatim - Pemkot Surabaya menggencarkan tracing, testing, dan treatment (3T) untuk mengantisipasi gelombang ke-3 pandemi Covid-19.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut, angka testing saat ini sebesar 0,12 dengan tracing 29,63 dan treatment 1,34.
"Artinya, kapasitas 3T di Surabaya tergolong sudah memadai," kata Eri, Selasa (16/11).
BACA JUGA: Dampak La Nina, BMKG Gresik Ingatkan Potensi Banjir Kali Lamong
Kemudian, berdasarkan data 14 November 2021 tercatat terdapat 7 kasus aktif dari total jumlah penduduk Kota Surabaya sekitar 2,9 juta.
Meski kasus sementara ini tidak mencapai angka 10, namun upaya ketat tetap dilakukan untik membendung amukan virus tersebut, dengan menggandeng puskesmas, kelurahan, kecamatan, babinsa, bhabinkantibmas hingga relawan.
BACA JUGA: Kemendes PDTT Gandeng FISIP UB, Berantas Kemiskinan
"Kalau kita melihat enam indikator PPKM Darurat Level 1 di Kota Surabaya, hingga hari ini angka kematian sudah 0. Kemudian, rawat inap rumah sakit 0,65 dan kasus konfirmasi 1,78," terangnya.
Untuk surveilans aktif atau active case finding akan diterapkan secara terintegrasi memalui pemeriksaan RT-PCR.
BACA JUGA: Pemkot Surabaya Petakan Daerah Genangan, 60 Rumah Pompa Siaga
Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menyebut, surveilans aktif diterapkan pada pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News