
Pernah, kata dia, dalam sebulan menemukan 59 kasus baru, atau rata-rata dua pasien dalam sehari.
Pihaknya juga mengaku mendapat laporan orang dengan gangguan jiwa (ODG) mengidap HIV, dua di antaranya meninggal dunia.
Saat ini, KPA Tulungagung terus melakukan membantu menemukan dan mengobati pasien untuk kemudian memberikan akses pada ARV.
BACA JUGA: Petani Bawang Merah di Tulungagung Sedih, Sawah Terendam Banjir
Metode ini mampu mengobati pasien HIV hingga virusnya tak terdeteksi.
"Jika tes viraload virusnya sudah tak terdeteksi, potensi penularan sudah sangat kecil. Ini yang kita kejar," tegasnya. (ant)
BACA JUGA: Petani di Tulungagung Pusing Tujuh Keliling, Gagal Panen
Video heboh hari ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News