Virus PMK Muncul di Jatim, Pemkot Surabaya Awasi Hewan Ternak

Virus PMK Muncul di Jatim, Pemkot Surabaya Awasi Hewan Ternak - GenPI.co JATIM
Dokumentasi - Petugas DKPP Surabaya saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di Kota Surabaya pada tahun 2019. (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

GenPI.co Jatim - Penyakit mulut dan kuku (PMK) menjadi wabah yang menyerang hewan ternak di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Pemerintah Kota Surabaya juga merespons adanya wabah PMK di Jawa Timur.

Supaya PMK tidak semakin meluas, Pemkot Surabaya melakukan pengawasan, seperti memperketat kegiatan di rumah potong hewan RPH.

BACA JUGA:  Libur Lebaran usai, Pemkot Surabaya Mulai Pantau Pendatang

Hewan yang hendak di potong di RPH wajib mempunyai surat keterangan sehat.

Tercatat, di Surabaya terdapat 600 orang peternak sapi pedaging dan sapi perah. Sementara untuk peternak kambing dan domba sebesar 996 orang.

BACA JUGA:  Tikno Wirayudho, Berawal Juri Sekarang Punya Puluhan Outlet Batik

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti menyebut, pengawasan juga dilakukan pada arus kedatangan hewan dari luar kota.

"Khusus yang dari daerah terjangkit itu sebisa mungkin kami hindari," kata Antiek, Selasa (10/5).

BACA JUGA:  Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Melejit, Hamdalah

DKPP juga telah mempersiapkan surat edaran pencegahan virus PMK di Kota Surabaya. Surat tersebut diedarkan ke RPH hingga pasar tradisional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya