Gawat, Satu Ekor Sapi di Kota Malang Mati Terinfeksi PMK

Gawat, Satu Ekor Sapi di Kota Malang Mati Terinfeksi PMK - GenPI.co JATIM
Ilustrasi-Pemeriksaan kesehatan sapi-sapi milik peternak di Kota Surabaya. (foto : Diskominfo Surabaya).

GenPI.co Jatim - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian/Dispangtan Kota Malang melaporkan satu sapi mati terpapar wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kabid Peternakan Dispangtan Kota Malang, drh Anton Pramujiono mengatakan, sapi yang mati itu di Rumah Potong Hewan (RPH) yang dikelola Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha (Perumda Tunas) Kota Malang.

Sapi tersebut memiliki gejala, di antaranya seperti demam panas, luka di mulut dan lidah hingga luka kuku.

BACA JUGA:  Sapi di Mojokerto Sembuh Wabah PMK, Jumlahnya Meningkat

Anton menduga sapi yang mati terindikasi PMK tersebut datang di RPH pada Selasa (10/5).

Pihaknya pun berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan tim UPT Kesehatan Hewan untuk melakukan diagnosa gejala. Sampel dari sapi pun telah diambil.

BACA JUGA:  Peternak Berikan Jamu untuk Sapi, Antisipasi PMK

"Tak berselang lama sekitar dua jam setelah diambil sampel, seekor sapi yang mati itu mempunyai gejala seperti PMK," ujar Anton saat dikonfirmasi GenPI.co Jatim, Jumat (13/5).

Tim UPT Kesehatan Hewan dari Pemprov Jatim juga telah melakukan diagnosa terhadap sapi lain di RPH.

BACA JUGA:  Wabah PMK di Jatim, Peternak Sapi Membuat Ramuan Khusus

Hasilnya, ada dua ekor sapi yang memiliki gejala serupa atau suspek PMK dari diagnosa sementara. Tim kesehatan pun akhirnya mengirim ketiga sampel suspek PMK ke Surabaya untuk diketahui hasil secara lengkapnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya