
“Semua serba sulit mas. Kami juga enggak bisa apa-apa, dalam menentukan tarif juga kita selalu mendiskusikan dulu kepada penumpang. Biar ada kesepakatan dan tidak saling memberatkan, soalnya apa-apa juga mahal,” lanjutnya.
Dia juga berharap adanya persaingan dengan transportasi online juga tidak berdampak buruk bagi pra supir angkot. Pasalnya, semakin berkembangnya teknologi angkutan umum atau konvensional semakin tidak diperhatikan.
"Harapannya pemerintah bisa memerhatikan kami-kami ini. Wong cilik. Jangan dibuat sulit terus," pungkasnya. (*)
BACA JUGA: Afifah Syahes, Bidadari Voli, Tatapannya Buat Terpana
Kalian wajib tonton video yang satu ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News