
Jatim.GenPI.co - Sebanyak 4.236 pekerja dari sektor informal di Kota Madiun, Jawa Timur, telah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dimana jaminan sosial ketenagakerjaan itu melalui asuransi bagi Tenaga Kerja Sektor Informal Kota (Siaga Kita), yang merupakan program pemda setempat dengan BPJS Ketenagakerjaan.
BACA JUGA: OMG, 50 Penghuni Rusun di Surabaya Positif Covid-19
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan jumlah pekerja informal terus bertambah dengan pendataan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Targetnya mencapai 4.500 kepesertaan.
"Sejak bergulir pada tahun 2020, program Siaga Kita cukup bagus klaimnya. Semua terbayarkan. Kami evaluasi lagi, masih ada tidak pekerja informal warga Kota Madiun yang belum jadi peserta. Makanya, saya minta lurah dan camat untuk membantu pendataan setiap warganya," ujar Wali Kota Maidi di Madiun, Selasa (1/6) kemarin.
Sesuai dengan data, jumlah pekerja informal sebanyak 4.236 orang yang terlindungi dan menjadi peserta program Siaga Kita itu bertambah dari data pada tahun 2020 sebanyak 3.726 orang.
Maidi menjelaskan bahwa program Siaga Kita terbukti memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pekerja sektor informal.
Sebab setidaknya mereka terlindungi dari risiko kecelakaan kerja dan kematian dalam aktivitasnya sehari-hari.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News