Pemkot Surabaya Disarankan Rumuskan Kurikulum Darurat

Pemkot Surabaya Disarankan Rumuskan Kurikulum Darurat - GenPI.co Jatim
Dokumentasi - Sekolah tatap muka yang digelar di SMPN I Surabaya beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Jatim.GenPI.co - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya masih dikaji. Pemkot masih terus melihat perkembangan angka pasien Covid-19.

Pengamat Pendidikan, Martadi mendukung prinsip kehati-hatian dalam menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. 

BACA JUGA: Dispendik Surabaya Tak Mau Salah Langkah Gelar Sekolah Tatap Muka

Menurutnya, penyelenggaraan PTM tetap harus memperhatikan warna zona yang ada. Namun, perlu ada skema penerapan kurikulum darurat jika PTM harus diundur.

"Jadi kurikulum darurat yang dirancang sekolah harus dilakukan. Dengan mengurangi kompetensi inti dasar dan melihat yang lebih esensial," ujarnya belum lama ini. 

Untuk kurikulum yang diterapkan pada luring maupun daring disarankan agar tidak kaku. Dalam hal ini kata dia harus ada inovasi pembelajaran.

Kemudian, pengembangan karakter dan psikologi sosial juga perlu dilakukan.

"Aspek akademiknya bisa dikurangi dan lebih diutamakan bagi penumbuhan karakter dan psikologi anak," katanya. 

Berita Selanjutnya

Nusantara